Wednesday, August 28, 2024

NGANTUK!

 28 Agustus 2024.

Di, hari ini aku sedang berusaha menulis kembali, mencoba berpikir keras topik apa yang sebaiknya ku sampaikan pertama kali. Lalu otakku bahkan tidak mampu mengeluarkan satu patah kata pun. Terlalu buntu, terlalu berantakan sepertinya. 

Sudah lama aku tidak meng-update Blog ini, sepertinya sejak patah hati. Sejak aku berpikir, mungkin tugas ku hanya perlu menjalani dan menikmati apa yang ada didepanku. Tidak perlu berusaha menghidupkannya dengan menjadi diriku sendiri. Tapi sekarang, aku kembali. Hati ku, otakku membaik, sepertinya kembali menjadi diriku yang dulu. Yang bahagia, yang melihat segalanya dengan berpikiran positif bahwa segala yang terjadi sudah dikendalikan pemiliknya. Toh apapun itu, sudah jelas semuanya merupkan sebuah proses pembelajaran yang menyenangkan, sesuatu yang bisa aku wariskan pada anak-anakku kelak.

Dikesempatan lainnya, aku ingin banyak bercerita Di. Bagaimana akhirnya aku sampai pada kondisi saat ini lagi, bagaimana akhirnya aku bisa menerima apa yang menjadi keseharian ku ini, bagaimana aku melepas belenggu keterikatan denganmu. Kamu sudah tidak papa kan? 

Bila kamu memang masih menjaga jarak mu dengan ku, baiklah. Aku sangat mengerti dan menghargainya. Tapi pada dasarnya aku tidak ingin merubah subject tulisan ku ini. Aku tetap ingin menulis pada mu, karakter imajiner yang akan selalu ada di otakku. Tidak perlu salah paham. Abaikan saja.. 


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tahun ini usia ku sudah 34 tahun. Sudah tidak muda lagi. Tubuh ku merespon aksi berlebihan dengan mudah lelah, mudah kecapaean dan sakit. Ini constraint besar yang menurutku mengganggu sih. Tapi bisa apa, Allah sudah atur semuanya. Mau hidup awet muda, ya disurga aja. 

Saturday, July 18, 2020

Hi There!

Disaat semuanya mulai berat, aku selalu ingat ada kamu diujung sana yang akan selalu berdiri menopang bebannya bersama-sama.

Membayangkan itu saja, rasanya melegakan sekali.

Thursday, May 7, 2020

MIMPI

Aku mimpi, dan semua itu tentang kamu.
Ngak tau kenapa bahkan dimimpi pun, aku sebahagia itu.

Thursday, October 31, 2019

MEMORI

Hi Di,,,,
Klo ekspresi aslinya mungkin aku udah lari meluk sambil mencak-mencak ngak karuan.
Aku Rindu. Bahkan untuk mengucapkannya pun, rasanya sangat sesak.
Rasa rindu ini muncul setelah aku buka-buka kembali foto-foto lama ku di IG. Jadi aku punya IG udah sejak tahun 2013. Itu tahun kedua ku di IPB.

Semua foto-foto itu mengingatkan banyak sekali memori yang telah terlewat Di. Mulai dari teman-teman ku di kosan Bogor, Masa-masa aku menunggu jadwal sidang dan kelulusan, pelatihan di Pare, masa-masa nge kost di Cikini, les breavet, nyari kerja dan kerja di kantor konsultan pajak. Wah, sungguh semuanya sudah lama sekali dan aku rindu.

Sekarang aku udah punya baby girl yang cantik dan lucu. Namanya Mafaza. Nanti kalau dia sudah mulai ngerti, aku akan cerita Di. Tentang kamu dan tentang memori-memori berharga yang aku punya.

Sudah dulu ya Di. Semoga ada masa dimana kita bisa bertemu dan berbagi cerita seperti dulu. Byee..

Monday, August 5, 2019

TOO GOOD AT GOODBYES

You must think that I'm stupid
You must think that I'm a fool
You must think that I'm new to this
But I have seen this all before


I'm never gonna let you close to me
Even though you mean the most to me
'Cause every time I open up, it hurts
So I'm never gonna get too close to you
Even when I mean the most to you
In case you go and leave me in the dirt



But every time you hurt me, the less that I cry
And every time you leave me, the quicker these tears dry
And every time you walk out, the less I love you
Baby, we don't stand a chance, it's sad but it's true


I'm way too good at goodbyes
(I'm way too good at goodbyes)
I'm way too good at goodbyes
(I'm way too good at goodbyes)

Thursday, August 24, 2017

AKAD



Kamu belum tidur? Ada apa? Apa yang membuat mu tidak bisa beristirahat malam ini? Ada sesuatu yang mengganggu kah? Oh iya, jadwal tidur mu memang tidak seperti orang kebanyakan bukan. Harusnya aku sudah menyadarinya dari awal.

Aku? Mungkin memang belum mengantuk saja. Seharian ini aku telah banyak sekali melakukan hal-hal bodoh. Yah…., tentu saja untuk menghibur diri ku sendiri. Anggap saja aku berbeda, ketika terlihat bodoh atau memang bodoh, aku merasa bahagia. Bodoh dari sudut pandang mananya aku sendiri tidak tau. Sepertinya memang hanya aku sendiri yang dapat menginterpretasikannya.

Aku sedang suka-sukanya lagu Payung Teduh yang berjudul Akad. Sejak tadi, lagu tersebutlah yang jadi background sound ku dan sampai saat ini belum juga bosan. Aku berkali-kali berusaha merekam ketika aku menyanyikannya, tapi hasilnya bahkan suara ayam berkokok saja lebih terdengar indah sehingga aku urungkan niat untuk mengupload nya. Sudah tidak perlu memaksa, bukan malu, hanya tidak mau mengecewakan orang-orang yang dengan sengaja meng-klik tombol play. Sungguh tidak ada merdu-merdu nya. Lebih baik dengarkan suara Payung Teduhnya saja, atau bisa juga orang-orang lain yang telah meng-cover lagunya juga. Jauh lebih indah dibandingkan hasil rekaman suara ku.
    
     --------------------------------------------------------------------------------------------
PAYUNG TEDUH
AKAD

Betapa bahagianya hati ku saat
Ku duduk berdua dengan mu
Berjalan bersama mu
Menarilah dengan ku

Namun bila hari ini adalah yang terakhir,
Namun ku tetap bahagia
Selalu ku syukuri
Begitulah adanya


**
Namun bila kau ingin sendiri
Cepat-cepatlah sampaikan pada ku
Agar ku tak berharap,
Dan buat kau bersedih

Bila nanti saatnya tlah tiba
Ku ingin kau menjadi istri ku
Berjalan bersama ku dalam terik dan hujan
Berlarian kesana kemari dan tertawa

Namun bila saat berpisah tlah tiba
Izinkanku menjaga dirimu
Berdua menikmati pelukan diujung waktu
Sudilah kau temani diriku

back to **

Sudilah kau menjadi teman ku
Sudilah kau menjadi…… istri ku.

       --------------------------------------------------------------------------------------------

Jadi, kamu sudah punya rencana bagaimana cara mengajaknya ke jenjang yang serius? Ya, ini bisa jadi salah satu caranya. Nyanyikan ini di depannya, cukup dengan satu alat music gitar. Aku percaya, tidak akan sulit mendapatkan hatinya. Hanya saja, kamu tetap harus banyak berdoa semoga Yang Maha segalanya memberi mu izin juga untuk menikahinya, karena kalian berdua saja belum cukup untuk bisa saling memiliki selamanya. Sukses ya.

Wednesday, February 1, 2017

RINDU



Bagi sebagian orang makna kata rindu sesederhana mengucapkannya. Tapi bagi ku, justru sebaliknya. Tidak cukup hanya sekedar bertemu kembali kemudian rindu ku hilang sama sekali. Sungguh tidak seserdaha itu.
Dulu sekali, ketika aku belum terlalu memikirkannya seseorang pernah berkata bahwa sebenarnya yang setiap orang rindukan itu bukan orang yang ada pada kejadian itu, tapi perasaan kita pada saat peristiwa itu terjadi atau perasaan kita ketika sedang bersama orang yang kita rindukan. Tidak ada satu pun peristiwa atau apapun yang dapat menggantikannya saat ini.
Di, tidak selalu ketika kamu merindukan seseorang, yang kamu rindukan adalah orang tersebut ada di depanmu dan menemanimu. Tidak selalu ketika kamu merindukan seseorang, hanya ketika kamu menemuinya rindumu terobati. Kamu merasakannya bukan? Iya Di, yang kita rindukan sebenarnya adalah seluruh perasaan kita di masa lalu, entah itu bahagia, duka ataupun suka. Kalau pun kamu dengan sekuat tenaga berusaha mengulang kembali peristiwa itu persis seperti apa yang pernah terjadi dulu, rasa yang kau rasakan pun belum tentu sama Di. Bisa saja itu menimpulkan perasaan lain yang mungkin saja akan kau rindukan dimasa yang akan datang. Begitulah Tuhan memberikan kita kesempatan, hanya sekali. Entah apapun yang terjadi setiap detiknya tidak akan pernah sama.


Itu artinya tidak ada pengobat rindu bukan? Apa mungkin sebaiknya kita tidak pernah merindu Di? Ah tidak mungkin, selama kita bukan robot sepertinya rasa rindu ini akan selalu ada. Hanya saja, tiap-tiap kita punya caranya masing-masing untuk menjadikan rasa rindu pada masa lalu itu sebagai penyemangat kehidupannya selanjutnya. Yah, mungkin saja itu obatnya. Menimbulkan perasaan-perasaan baru yang sangat berharga sehingga tidak perlu mengingat masa lalu. Menurut mu?
Terkurung pada masa lalu itu melelahkan tentu saja. Ups, jangan melihatku ku seperti itu. Boleh saja kau masa lalu ku, tapi kamu tetap masa depanku Di. Bukankah kau sudah setuju aku menemanimu di dunia maya? Bagaimanapun caranya, kau harus menjadikan ku masa depanmu diduniamu itu. Oke. Begitu juga aku yang menjadikanmu masa depanku dengan cara yang hanya aku yang dapat menikmatinya.

Wednesday, November 30, 2016

CERITA LAMA

Di, kau masih ingat tidak tentang cerita Abang mu yang kau ceritakan ketika kita di SMA dulu? Cerita yang menjadikan ku tidak menghormati Abang mu sebagaimana sebelumnya. Kali ini aku punya persprektif yang berbeda dari apa yang aku lakukan dulu. Boleh aku membahasnya lagi Di? Baiklah, aku anggap itu tanggapan yang memperbolehkan ku melakukannya.
Waktu itu kau bercerita bahwa Abang mu akan segera menikah, dan aku menanggapinya dengan bahagia pula karna bagi ku itu berita bahagia. Tapi kalimat mu selanjutnya membuat tanggapan ku yang sebelumnya berantakan. Bagaimana tidak, Abang mu tidak menikah dengan orang yang satu tahun belakangan ini menemaninya. Kita sudah sama-sama menyukai Kak Clara sebagaimana anggota keluarga mu juga bukan? Lalu apa alasannya, Abang mu bisa setega itu meninggalkan Kak Clara. Dan pagi itu aku menangis, bukan karena Kak Clara adalah kakak ku, bukan karena aku mengasihani Kak Clara, tapi lebih karena aku kecewa dengan keputusan Abang mu yang selalu aku idolakan.
Masa sekolah kita dulu, cerita kita hanya terbatas yang terlihat saja. Bahagia kita hanya sebatas yang terlihat saja. Tapi sebenarnya, ada banyak sekali yang melatar belakangi sebuah kejadian terjadi. Seperti sebuah pepatah mengatakan, “Everything happened caused more than one reason”. Pepatah ini punya makna yang sangat besar Di. Bahkan sampai saat ini, aku masih belajar mencari lebih dari satu makna akan suatu kejadian.
Sebagai Adik, kau akan selalu ada di pihak abang mu. Aku tahu itu. Tapi aku juga tahu, jauh didalam hatimu kamu mengalami kekecewaan yang sama dengan ku. Di, dikala itu sebagai murit kelas I SMA, mungkin kita tidak diizinkan untuk tau lebih dalam alasan mengapa Abang mu mengambil keputusan yang jauh dari apa yang dia putuskan seharusnya. Ada sesuatu yang aku harus ceritakan pada mu Di. Sesuatu yang diceritakan abangmu memalui applikasi chatting di sebuah media social yang sudah memiliki ribuan pengguna. Apa yang selama ini kita bayangkan salah Di. Predikat “jahat” yang selama ini aku tujukan pada Abang mu sama sekali tidak benar. Tidak hanya Kak Clara yang menderita Di. Abang mu pun mengalami hal yang sama. Mungkin sebaiknya kita tidak perlu mengukur mana yang lebih besar, karena keduanya punya porsinya masing-masing.
Abang mu menikah bukan dengan orang yang baru dia kenal Di. Dia adalah teman masa kecil Abang mu. Sejak kecil keluarga mu sudah berteman dekat dengan keluarga perempuan itu. Kalian dulu tetanggan. Entahlah, mungkin kamu belum lahir sehingga kamu tidak mengenali keluarga kakak ipar mu itu. Sejak kecil Abang mu sudah dekat dengan kakak ipar mu Di. Sampai akhirnya, kakak ipar mu harus pindah ke benua yang berbeda dengan yang kita tinggali saat ini. Sejak saat itulah Abang mu sudah tidak pernah bekomunikasi lagi dengan perempuan itu Di. Sampai akhirnya kakak mu bertemu dengan Kak Clara, dimana menurut kita, Kak Clara lah yang sangat pantas dengan Abang mu. Tapi bukan untuk kedua keluarga yang mengemban tanggung jawab social.

Sebelum berita pernikahan itu sampai ketelinga mu, Abang mu bukan orang yang tidak menyukai calon istrinya itu. Abang mu menyayanginya Di, sebagaimana adiknya sendiri. Bagaimana tidak, siapa yang tidak menyukai Kak Villo. Dia cantik, baik, ramah, penyayang dan sholeh. Semua itu sudah cukup bagi kebanyakan laki-laki yang mengharapkan rumah tangga yang sakinah mawaddah dan warrohmah. Tapi Kak Clara? Orang kebanyakan boleh bilang dia biasa-biasa saja, tapi bagi ku dia special Di. Begitu juga bagi Abang mu. Dia berbeda. Dia punya sesuatu yang bisa mengisi kekosongan yang selama ini dirasakan Abang mu. Aku pun bingung memaknai kisah keduanya. Entah itu rasa cinta dan sayang. Anggap saja begitu ya Di. Bagi Abang mu, cintanya untuk Kak Clara, dan sayangnya untuk Kak Villo.
Pilihan menikah tentu tidak hanya sekedar antara cinta dan sayang saja Di. Ada seribu alasan diluar itu dan tentu ada seribu tanggung jawab yang harus kau pertanggung jawabkan. Begitulah yang dirasakan Abang mu Di. Sekarang, aku menyadari, bahkan sangat menyadari yang menderita bukan hanya Kak Clara saja Di. Abang mu, abang mu yang tetap tersenyum ketika kita marah dan menyalahkannya juga menderita Di. Kau bisa bayangkan bukan? Kau bisa bayangkan betapa Abang mu juga ingin menikah dengan Kak Clara? Tapi dia hanya tidak ingin mengecewakan semua orang, termasuk Kak Villo orang yang sedari kecil dia manjakan. Cukup dia dan Kak Clara yang berkorban. Mungkin ini keputusan yang bijak, tapi aku tidak tau benar atau salah Di. Ketika semua sudah terjadi, berarti Allah memang menakdirkan demikian. Aku tidak ingin menyalahkan siapa-siapa Di.
Ya, aku menceritakan ini pada mu, agar kita memperbaiki kembali memori yang terlanjur kita buat salah dengan mempersalahkan Abang mu Di.
Disela-sela kesibukannya, Abang mu masih merindukan Kak Clara Di. Ini dia sampaikan pada ku dengan memisalkan aku adalah Kak Clara. Mungkin, pabila dia benar-benar didepan Kak Clara, belum tentu dia bisa mengatakan itu. Hahahahaha…. Maklumi saja Di, memegang predikat suami bukan hal yang mudah. Tidak semua yang kau rasakan harus disampaikan. Tidak seperti masa sekolah kita dulu bukan? Bisa-bisa saja kau berdiri dibatu besar ditengah sawah dan berteriak dengan lantang untuk meminta aku untuk tidak menganggap mu tidak ada lagi. Hahaha, maafkan aku. Harusnya kau sudah cukup tau aku orang sangat cemburuan.
Tenang Di, itu hanya rindu yang tidak bisa dia sampaikan. Hanya rindu kesehariannyaa yang sangat dia nikmati dulu, rindu bau parfum yang sering dia nikmati dulu. Untuk suami yang sudah berkeluarga, apakah ini salah Di? Dia menyanyangi kakak iparmu. Percayalah. Dia hanya ingin bernostalgia dengan kenangan yang dulu. Pertemuan dalam mimpi saja sudah membuatnya bahagia Di. Di, kau jangan marah ya. Menjadi Abang mu dan Kak Clara itu tidak mudah. Aku tahu, sampai saat ini Kak Clara pun bersikap tegar. Semangat Abang mu masih aku liat di sorot matanya Di. Dia wanita yang tangguh. Kehilangan cinta sejatinya tidak membuatnya patah semangat. Justru semua itu membuatnya lebih produktif dan berprestasi. Entah mengapa, aku berharap Kak Clara tetap menjaga cintanya Di. Semoga mereka berdua dipertemukan di dunia yang lain ya Di. Di surga mungkin.
Bagi ku, cerita Abang mu dan Kak Clara benar-benar cinta sejati Di. Semoga mereka berdua bisa tetap sabar ya. Dan abang mu pun tidak mengecewakan Kak Villo.
Bagi Abang mu, menikmati kerinduan itu saja sudah cukup membuatnya bahagia, begitu pula Kak Clara, melihat Abang mu hidup bahagia saja sudah sangat membahagiakan. Dan woooooww,, cerita ini membuatku belajar bahwa harus banyak-banyak bersabar. Kau tau Di, mengetahui ada yang juga merindukan ku saja sudah menjadikan ku sangat bahagia. Bagaimana bisa aku bahagia hanya dari doa dalam hati. Hahahaha. Iya, iya, aku tau aku harus belajar sabar lebih giat lagi. Oh iya, kau tidak ingin tahu siapa yang merindukan aku? Heeeemmmmm,,, ADALAAAAAHH ~~~~~